Cedera Otak Traumatis – Pengobatan Herbal Ayurveda

Cedera otak traumatis (Traumatic Brain Injury / TBI) adalah cedera yang disebabkan oleh benturan di kepala akibat pukulan langsung atau gerakan tubuh yang tiba-tiba. Cedera aksonal difus melibatkan cedera luas pada otak, bukan kerusakan lokal, dan merupakan salah satu jenis TBI yang paling umum. Kondisi ini dapat menyebabkan defisit fisik, kognitif, perilaku dan emosional yang parah.

Fase akut TBI, ketika pasien tidak sadar atau sakit kritis, paling baik ditangani dalam perawatan intensif. Pengobatan herbal Ayurveda dapat dimulai setelah fase kritis ini berlalu, dan semakin cepat pengobatan perawatan jerawat herbal dimulai, semakin baik hasilnya secara keseluruhan. Pengobatan ditujukan untuk menyembuhkan sel saraf yang rusak, meningkatkan koordinasi neuromuskuler dan mengobati kesulitan fisik, kognitif, perilaku, dan emosional yang diakibatkan oleh TBI.

Obat-obatan seperti Maha-Vat-Vidhvans-Ras, Vat-Gajankush-Ras, Bruhat-Vat-Chintamani, Vish-Tinduk-Vati, Agnitundi-Vati, Kaishor-Guggulu, Trayo-Dashang-Guggulu, Abhrak-Bhasma, Trivang-Bhasma, Amalaki (Emblica officinalis), Guduchi (Tinospora cordifolia), Kuchla (Strychnos nuxvomica), Ashwagandha (Withania somnifera), Haridra (Curcuma longa), Yashtimadhuk (Glycyrrhiza glabra), Mandukparni (Centella asiatica), Bala (Sida korda) Grewia hirsuta) dan Shatavari (Asparagus racemosus) digunakan untuk menormalkan fungsi saraf dan otot.

Obat-obatan seperti Brahmi (Bacopa monnieri), Jatamansi (Nardostachys jatamansi), Shankhpushpi (Convolvulus pluricaulis), Vacha (Acorus calamus), Jayphal (aroma Myristica) dan Sarpagandha (Raulwofia serpentina) minyak kutus kutus digunakan untuk mengatasi masalah kognitif, perilaku dan emosional. Obat-obatan seperti Maharasnadi-Guggulu, Nirgundi (Vitex negundo), Rasna (Pluchea lanceolata) dan Tagar (Valeriana valichii) digunakan untuk mengendalikan nyeri dan kejang otot.

Seluruh tubuh dipijat menggunakan minyak obat seperti Maha-Narayan-Oil, Chandan-Bala-Laxadi-Oil, Bala-Oil, dan Saindhav-Oil. Ini diikuti dengan penguapan uap obat menggunakan Dashmool-Qadha atau Nirgundi-Qadha. Prosedur ini dipercaya dapat memperkuat otot dan merangsang sistem saraf. Prosedur pijat yang dimodifikasi seperti “Pinda-Sweda” dan “Pizichil” juga dapat digunakan untuk situasi tertentu. Beberapa dokter menganjurkan penggunaan enema obat yang disebut “Basti”, yang dipercaya untuk mengatur dosha “Vat” dan menormalkan impuls saraf.

Perlu diingat bahwa respons pasien terhadap pengobatan bisa sangat tidak terduga. Kadang-kadang, pasien dengan cedera parah dan defisit sistem saraf yang tampaknya besar membuat pemulihan yang dramatis dan awal, sedangkan pasien lain yang relatif tidak cacat membutuhkan waktu lebih lama untuk perbaikan. Namun demikian, semua pasien mendapatkan manfaat dari pengobatan herbal dan prosedur pengobatan Ayurveda.

Terapi herbal Ayurveda terbukti dapat menjadi modalitas pengobatan yang berharga dalam pengelolaan TBI. Terapi wicara, fisioterapi, terapi okupasi, terapi rekreasional, dan konseling perlu diberikan sesuai kebutuhan. Pengobatan Ayurveda dapat membantu mempersingkat durasi pengobatan dan meningkatkan tingkat pemulihan TBI.

Leave a Comment