HAKI: Pendekatan Merek

Masyarakat kita semakin menjadi satu berdasarkan informasi. Karena itu, kemampuan untuk melindungi dan mendapatkan keuntungan dari kekayaan intelektual asli menjadi semakin penting bagi profesional yang terlibat: penulis, fotografer, insinyur perangkat lunak, penemu, dan industri rumahan.

Jika Anda memiliki kekayaan intelektual (IP) yang ingin Anda lindungi, Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana cara melakukannya. Ada empat cara utama untuk melindungi kekayaan intelektual: merek dagang, paten, hak cipta, dan rahasia dagang. Baca terus haki untuk mengetahui perlindungan IP mana yang paling cocok untuk Anda.

Merek Dagang: Merek dagang adalah merek yang membedakan satu bisnis dari yang lain, seperti nama, frasa, logo, simbol, gambar, atau kombinasi dari salah satu elemen ini. Merek dagang juga bisa menyertakan jingle atau suara. Merek dagang baru-baru ini menyertakan berbagai gambar digital dan elektronik.

Paten : Paten adalah hak kekayaan intelektual yang melindungi suatu invensi. Penemuan harus baru dan tidak jelas. Paten memiliki umur yang terbatas. Selain mematenkan alat inventif, penemuan ilmiah juga bisa dipatenkan. Misalnya, benih dan organisme hasil rekayasa genetika sekarang dipatenkan. Mahkamah Agung baru-baru ini memutuskan, bagaimanapun, bahwa perusahaan medis tidak dapat mematenkan gen atau DNA manusia yang terjadi secara alami, meskipun mereka dapat mematenkan DNA yang mereka buat secara sintetis di laboratorium.

Hak Cipta: Hak cipta melindungi literatur, musik, dan karya kreatif lainnya. Ini melindungi informasi atau ide apa pun yang diskrit dan substantif. Hak cipta memberi pemegang hak istimewa untuk dikreditkan atas karya tersebut. Ini juga memberi pemegang hak cipta hak untuk:

· Tentukan siapa yang dapat melakukan pekerjaan

· Putuskan siapa yang dapat memperoleh keuntungan finansial dari pekerjaan tersebut

· Jika karya tersebut dapat diadaptasi ke dalam bentuk lain, dan oleh siapa karya tersebut dapat diadaptasi.

 

 

Leave a Comment